Pengamatan perilaku satwa liar pada saat gerhana matahari di penangkaran dan beberapa wilayah di Indonesia

g1Gerhana matahari merupakan fenomena alam langka yang menjadi buruan manusia berbagai kalangan sejak dahulu. Tahun ini menjadi sangat istimewa karena beberapa wilayah Indonesia akan dilalui oleh Gerhana Matahari Total (GMT) tepat pada tanggal 9 maret dan wilayah yang berada diluar jalur totalitas gerhana akan mengalami Gerhana Matahari Sebagian (GMS). Daerah yang mengalami GMS akan melihat matahari berbentuk sabit. Fenomena alam gerhana matahari total tidak hanya berpengaruh pada suhu bumi, tetapi juga dapat menyebabkan perilaku abnormal pada burung, mamalia, serangga dan tanaman (Wheeler et al., 1935).

g6Gerhana matahari tanggal 9 Maret 2016 yang melewati beberapa wilayah di Indonesia merupakan kesempatan untuk mempelajari efek GMT atau GMS terhadap perilaku hewan di alam liar dan penangkaran Pusat Penelitian Biologi – LIPI. Kegiatan obserrvasi dilakukan dibeberapa daerah seperti Palu (Parigi dan Saluki), Kebun Raya Bogor, penangkaran Pusat Penelitian Biologi – LIPI di Cibinong dengan melibatkan beberapa peneliti Ornitologi, Herpetologi, Mamalia serta Nutrisi dan Penangkaran Satwa Liar. Kegiatan ini ditujukan untuk mengetahui dan membandingkan perilaku satwa sebelum, pada saat dan setelah gerhana matahari terjadi.

g2Sekitar pukul 10 WIB, bertempat di ruang konferensi, gedung Widyasatwaloka, Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi – LIPI dilakukan konferensi pers yang dihadiri oleh Kepala dan beberapa peneliti Bidang Zoologi, Kepala Sub Bidang Kerjasama dan Informasi serta beberapa awak media cetak dan elektronik. Pada kesempatan pertama Kepala Bidang Zoologi, Dr. Hari Sutrisno membuka acara konferensi pers dengan menyampaikan bahwa kegiatan pengamatan perilaku satwa liar pada saat gerhana matahari dilakukan tidak hanya di penangkaran yang ada di Pusat Penelitian Biologi saja, tetapi kegiatan ini disebar pula ke beberapa wilayah seperti di Palu daerah Parigi Muotong dan Kebun Raya Bogor untuk mengamati kelelawar yang dilakukan oleh Sigit Wiantoro M.Sc. dan drh. Anang S Achmadi, M.Sc yang keduanya merupakan peneliti mammalia Bidang Zoologi menyampaikan bahwa sebelum gerhana berlangsung kelelawar berprilaku berisik/ramai namun ketika gerhana berlangsung keadaannya semakin tenang/diam seketika, sedangkan pada tarsius, terlihat bahwa sebelum GMT terjadi mereka bersuara dan terdiam ketika GMT berlangsung. Diamati pula perilaku babi dimana ketika pagi mereka melakukan aktivitas makan seperti biasanya namun pada saat gerhana berlangsung, mereka beranjak untuk tidur kembali. Sedangkan untuk serangga, peneliti serangga Bidang Zoologi Raden Pramesa Narakusumo S.Si. melakukan pengamatan pada tonggeret dimana ketika gerhana berlangsung mereka bersuara sangat berisik yang menandakan malam akan menjelang. Sedangkan pada kumbang kotoran, ketika pagi mereka melakukan aktivitas seperti biasanya dengan mendorong-dorong gumpalan kotoran, namun ketika gerhana berlangsung mereka mendekati tempat peristirahatannya untuk kembali tidur dan saat matahari mulai terang mereka melanjutkan aktivitasnya kembali.

g3Dr. Wartika Rosa Farida selaku kepala Laboratorium Nutrisi dan Penangkaran Satwa Liar pada kesempatan ini menjelaskan bahwa kegiatan pengamatan perilaku hewan yang dilakukan pada mamalia liar yang kecil diawali dari jam 05.00 WIB. Mamalia yang diamati adalah Kukang Sumatera dan Kukang Jawa yang sudah tergolong langka dan dilindungi serta masuk ke dalam Appendix 1 CITES. Ketika pengamatan dilakukan pada jam 05.00 WIB, kukang yang tergolong satwa nokturnal (aktif dimalam hari) dan arboreal (melakukan berbagai aktivitas di atas pohon) masih terbangun, bergelantungan dan jalan hilir mudik, namun setelah jam 06.00 WIB mereka diam, ada yang menggulungkan badannya di percabangan pohon atau diam di kandangnya yang ada di atas cabang pohon. Pada saat matahari mulai meredup kukang kembali bangun, mulai terjaga menoleh kanan kiri. Hal ini diduga karena adanya pengaruh pengurangan cahaya, kukang merasa hari sudah mulai gelap sehingga terjadi perubahan perilaku.

g1aSelanjutnya pengamatan dilanjutkan pada satwa landak, dimana landak yang terdapat di penangkaran adalah Landak Raya dan Landak Jawa, namun peristiwa GMS tidak terlalu membawa perubahan signifikan pada satwa ini. Sama halnya pada jelarang (tupai besar) yang merupakan satwa diurnal (aktif di siang hari) yang sangat lincah tetapi tidak sensitif dan berpengaruh pada perubahan cahaya. Demikian pula pada bajing tiga warna yang tetap aktif dan loncat diantara ranting pohon dan opossum laying atau yang lebih dikenal dengan sebutan sugar glider juga tidak menunjukkan perbedaan aktivitas dari adanya perubahan cahaya.

g5Dari penangkaran Burung, Rini Rachmatika M.Sc., Shinta Maharani, S.Pt dan Herjuno Ari Nugroho, S.KH. mengamati perilaku 5 spesies melalui cctv dan pengamatan langsung. Dari kamera cctv diamati burung Kakatua jambul kuning besar dan Nuri bayan yang tidak mengalami perubahan signifikan selama GMS berlangsung, sedangkan yang diamati secara langsung yaitu Kakatua tanimbar yang masuk dalam Appendix 1 CITES, dimana sebelum GMS mereka aktif, terbang, merayap di dinding kawat, namun katika GMS berlangsung mereka lebih banyak diam pada satu titik dan cenderung lebih berkelompok, karena di alam liarpun mereka hidup berkoloni 3 – 5 ekor. Pada saat GMS terjadi, keadaan lebih mirip jam 6 pagi sampi menjelang magrib, sehingga nampak aktivitas burung berkurang. Sedangkan untuk Nuri kepala hitam sebelum GMS berlangsung mereka tetap aktif bergerak pada dahan yang pencahayaanya lebih terang, menggaruk tubuh dan pada saat GMS terjadi mereka bertengger pada dahan yang pencahayaannya lebih gelap. Demikian pula pada Betet Jawa, ketika GMS terjadi mereka mulai tidur.

g4Pada kelompok Herpetofauna Dr.rer.nat Evy Ayu Arida, M.Sc. yang merupakan peneliti dari Laboratorium Biosistematika Amfibi dan Reptilia dengan dibantu oleh mahasiswa bimbingannya mengamati beberapa kura-kura seperti Kura-kura Ambon, Kura-kura Sulawesi, Kura-kura Papua yang beraktivitas berpindah dari air naik ke daratan yang berpasir, Kura-kura Brazil yang terlihat tidak aktif sekali. Selain itu diamati pula biawak dari Pulau Biak (biawak pohon) dan dari Sulawesi serta ular piton dan viver. Untuk kedua ular yang tergolong nokturnal ini, sebelum pukul 8 tidak menunjukkan perubahan karena ada atau tidak adanya cahaya tidak terlalu mempengaruhi aktivitasnya. Hal ini disebabkan karena pada reptil perberbeda aktivitas lebih dipengaruhin oleh suhu lingkungan yang berdampak pada suhu tubuhnya.

Selain itu diamati pula ikan raja udang (king fisher) dengan menggunakan kamera trap dan video dimana ketika pagi hari aktif namun ketika matahari mulai redup mereka bersembunyi. Beberapa peneliti yang dikirim ke wilayah Palu memberikan hasil pengamatannya sebagai berikut: untuk jenis katak, Dr. Amir Hamidy selaku peneliti amfibia dan reptilia Bidang Zoologi mengamati katak Microhyla (katak lantai hutan atau katak tanah), katak sawah dan kodok buduk. Dari ketiganya ternyata yang merespon positif terhadap peristiwa GMT adalah katak Microhyla dengan mengeluarkan suara calling penanda malam akan tiba, sedangkan yang dua malah bersembunyi dan berlindung. Sementara Eko Sulistyadi M.Si., peneliti ekologi hewan dari Bidang Zoologi yang mengamati burung Maleo di tempat penangkarannya di daerah Saluki menyampaikan bahwa burung Maleo yang terdiri dari jantan, betina dan anakan terlihat berbeda perilakuanya dimana bahwa hewan betina yang tergolong diurnal ini nampak gelisah sebelum GMT berlangsung dan terdiam tatkala GMT terjadi, sedangkan hewan jantan berusaha untuk terbang kesarangnya untuk tidur namun anakannya terlihat terdiam ketika GMT terjadi.

Artikel ini ditulis oleh : Yanti Eka Pertiwi (Humas P2 Biologi – LIPI)

This entry was posted in Zoologi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s